<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: The Logic of Life (2)</title>
	<link>http://jazieko.com/2008/05/03/the-logic-of-life-2.jazi</link>
	<description>Associate Professor of Electronics and Instrumentation</description>
	<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 14:42:39 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: mbakherwien</title>
		<link>http://jazieko.com/2008/05/03/the-logic-of-life-2.jazi#comment-318</link>
		<dc:creator>mbakherwien</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 07:30:45 +0000</pubDate>
		<guid>http://jazieko.com/2008/05/03/the-logic-of-life-2.jazi#comment-318</guid>
		<description>maaf lupa. saya minta izin untuk copy tulisan yg ada di web bapak, yaitu kata mutiara, untuk saya masukkan di blog saya. terima kasih sebelumnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf lupa. saya minta izin untuk copy tulisan yg ada di web bapak, yaitu kata mutiara, untuk saya masukkan di blog saya. terima kasih sebelumnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mardoto</title>
		<link>http://jazieko.com/2008/05/03/the-logic-of-life-2.jazi#comment-311</link>
		<dc:creator>mardoto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 04:02:32 +0000</pubDate>
		<guid>http://jazieko.com/2008/05/03/the-logic-of-life-2.jazi#comment-311</guid>
		<description>1. Maaf mas, saya seperti kesasar mampir disini. Saya belum menemukan sesuatu pikiran yang lebih fresh dari mas Jazi soal "ilmu dan kehidupan", masih seperti yang dulu ya? he he he ... Ini wujud konsistensi begitu? Ada tulisan yang lebih dahsyat nggak? Usul saya, gimana nhi caranya hal-hal yang serius, dahsyat, penuh keilmiahan bahkan teknis sekalipun) dapat diungkapkan dengan tulisan yang enak dibaca dan mudah difahami oleh orang awam sekalipun, sepetti saya, he he he .... kalau itu sudah tercapai dan tertaklukkan, sip deh.
2. Kapan menyebarkan "undangan" ? Saya tunggu nhi .... selamat berkarya.  Salam, www.mardoto.wordpress.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1. Maaf mas, saya seperti kesasar mampir disini. Saya belum menemukan sesuatu pikiran yang lebih fresh dari mas Jazi soal &#8220;ilmu dan kehidupan&#8221;, masih seperti yang dulu ya? he he he &#8230; Ini wujud konsistensi begitu? Ada tulisan yang lebih dahsyat nggak? Usul saya, gimana nhi caranya hal-hal yang serius, dahsyat, penuh keilmiahan bahkan teknis sekalipun) dapat diungkapkan dengan tulisan yang enak dibaca dan mudah difahami oleh orang awam sekalipun, sepetti saya, he he he &#8230;. kalau itu sudah tercapai dan tertaklukkan, sip deh.<br />
2. Kapan menyebarkan &#8220;undangan&#8221; ? Saya tunggu nhi &#8230;. selamat berkarya.  Salam, <a href="http://www.mardoto.wordpress.com" rel="nofollow">http://www.mardoto.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: masdith</title>
		<link>http://jazieko.com/2008/05/03/the-logic-of-life-2.jazi#comment-35</link>
		<dc:creator>masdith</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 09:32:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://jazieko.com/2008/05/03/the-logic-of-life-2.jazi#comment-35</guid>
		<description>Wah, sajaknya menarik kalo ada TA berjudul matematika cinta berbasis mikrokontroler dengan pendekatan logika fuzzy...ha...ha...ha

salut, pak.... tapi postingannya kok agak serius gini yak....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, sajaknya menarik kalo ada TA berjudul matematika cinta berbasis mikrokontroler dengan pendekatan logika fuzzy&#8230;ha&#8230;ha&#8230;ha</p>
<p>salut, pak&#8230;. tapi postingannya kok agak serius gini yak&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: epratolo</title>
		<link>http://jazieko.com/2008/05/03/the-logic-of-life-2.jazi#comment-33</link>
		<dc:creator>epratolo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 17:13:29 +0000</pubDate>
		<guid>http://jazieko.com/2008/05/03/the-logic-of-life-2.jazi#comment-33</guid>
		<description>Tampaknya buku Tim Harford ini menarik. Saya sendiri sedang membaca buku 'sejenis yg berlawanan', karya Dan Ariely (Predictably Irrational). Harford dan Ariely disandingkan dlm blog amazon.com utk saling berdebat.

Salam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tampaknya buku Tim Harford ini menarik. Saya sendiri sedang membaca buku &#8217;sejenis yg berlawanan&#8217;, karya Dan Ariely (Predictably Irrational). Harford dan Ariely disandingkan dlm blog amazon.com utk saling berdebat.</p>
<p>Salam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lufty</title>
		<link>http://jazieko.com/2008/05/03/the-logic-of-life-2.jazi#comment-30</link>
		<dc:creator>Lufty</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 08:42:01 +0000</pubDate>
		<guid>http://jazieko.com/2008/05/03/the-logic-of-life-2.jazi#comment-30</guid>
		<description>Membaca masalah kesalahan formulasi, saya teringat sekelompok mahasiswa ELINS yang mengajukan riset ke PPTIK untuk menggunakan LAB, kebetulan mereka mengajak saya untuk bergabung. Salah seorang pelopornya bercerita bahwa dia ditolak di Lab ELINS karena belum memiliki prestasi.

Yang menarik menurut saya telah terjadi kesalahan formulasi penggunaan Lab ELINS. Saya dan teman-teman yang dulu mengusulkan Lab Mahasiswa berpendapat bahwa seharusnya Lab bukan ditujukan untuk mahasiswa yang sudah berprestasi, tapi justru untuk memicu mahasiswa yang belum berprestasi untuk berprestasi. Berprestasi bukan hanya dalam konteks menang lomba ini dan itu tapi lebih kepada bagaimana mahasiswa tersebut mau melakukan project di luar kuliahnya. Ini tentunya akan jauh lebih bermanfaat karena bisa lebih memotivasi mahasiswa lainnya.

Dalam konteks ini, bukan lah peralatan yang menjadi subjek permasalahan, tapi lebih ke akses ruangan, di mana para mahasiswa bisa berkumpul dan berinteraksi satu-sama lain membicarakan hal-hal yang nantinya bisa memancing motivasi dan ide-ide project.

Kenyataannya sekarang, Lab mahasiswa lebih terkesan sebagai "Lab Robot" dan sangat terbatas diakses mahasiswa, sehingga timbul banyak implikasi negatif yang menurut saya menjadi tidak sehat.

Dalam kasus ini menurut saya dan sejumlah teman-teman ELINS, formulasi penggunaan Lab akan lebih baik lagi jika mengacu pada penciptaan interaksi untuk memicu motivasi project (agar mahasiswa yang tidak berminat menjadi berminat untuk membuat project diluar kuliah) dan bukan dibatasi untuk mahasiswa berprestasi saja. Konteks permasalahannya bukanlah pada peralatan, tapi lebih ke "bagaimana mahasiswa dapat menggunakan ruangan untuk mengerjakan project mereka yang nantinya bisa lebih memancing interaksi positif antar sesama mahasiswa".</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca masalah kesalahan formulasi, saya teringat sekelompok mahasiswa ELINS yang mengajukan riset ke PPTIK untuk menggunakan LAB, kebetulan mereka mengajak saya untuk bergabung. Salah seorang pelopornya bercerita bahwa dia ditolak di Lab ELINS karena belum memiliki prestasi.</p>
<p>Yang menarik menurut saya telah terjadi kesalahan formulasi penggunaan Lab ELINS. Saya dan teman-teman yang dulu mengusulkan Lab Mahasiswa berpendapat bahwa seharusnya Lab bukan ditujukan untuk mahasiswa yang sudah berprestasi, tapi justru untuk memicu mahasiswa yang belum berprestasi untuk berprestasi. Berprestasi bukan hanya dalam konteks menang lomba ini dan itu tapi lebih kepada bagaimana mahasiswa tersebut mau melakukan project di luar kuliahnya. Ini tentunya akan jauh lebih bermanfaat karena bisa lebih memotivasi mahasiswa lainnya.</p>
<p>Dalam konteks ini, bukan lah peralatan yang menjadi subjek permasalahan, tapi lebih ke akses ruangan, di mana para mahasiswa bisa berkumpul dan berinteraksi satu-sama lain membicarakan hal-hal yang nantinya bisa memancing motivasi dan ide-ide project.</p>
<p>Kenyataannya sekarang, Lab mahasiswa lebih terkesan sebagai &#8220;Lab Robot&#8221; dan sangat terbatas diakses mahasiswa, sehingga timbul banyak implikasi negatif yang menurut saya menjadi tidak sehat.</p>
<p>Dalam kasus ini menurut saya dan sejumlah teman-teman ELINS, formulasi penggunaan Lab akan lebih baik lagi jika mengacu pada penciptaan interaksi untuk memicu motivasi project (agar mahasiswa yang tidak berminat menjadi berminat untuk membuat project diluar kuliah) dan bukan dibatasi untuk mahasiswa berprestasi saja. Konteks permasalahannya bukanlah pada peralatan, tapi lebih ke &#8220;bagaimana mahasiswa dapat menggunakan ruangan untuk mengerjakan project mereka yang nantinya bisa lebih memancing interaksi positif antar sesama mahasiswa&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
