The Google Library Project

 

Presenter : Pitoyo Nugroho (preseenter 1), Hendro Kusumo (presenter 2)

Not present : Muhammad Romin Musa, Retno Jati (terlambat), Natanael Yerusa

 

Masalah pelanggaran hak cipta.

Dikhawatirkan memicu turunnya penjualan buku.

 

Puji Rahayu :etika

 

Junus Simangunsong : revenue google ?

 

Yudi Norman : langkah apa untuk pengelola e-library. Software apa untuk memfilter pengaksesna buku-buku.

 

Rachmaji Priyono : bagaimana cara menghitung revenue? Siapakah google itu? Penyadapan telpon apakah bisa dilakukan dengan google? Kominfo menutup situs porno, bagaimana dengan google

 

Herdian : 369juta/triwulan. Apakah hanya dari iklan.

 

Hendro : dengan mengakses google book, pengguna diuntungkan sehingga google akan mencarikan selain itu lengkap dengan bagaimana cara memperoleh buku tersebut (perpustakaan mana, toko buku mana, dsb.). banyak penerbit/penulis buku diuntungkan oleh google book. Dengan fsilitas google, penulis bisa mengupload sehingga banyak yang dapat mengakses.

 

Pemblokiran akses ke bahan porno tidak bisa 100% efektif.

 

Iklan per click. Ada perjanjian.

 

Pitoyo : google libray dibuat dengan memindai buku. Ada sedikit fee dari para pengiklan. Google

 

Hendro : ada klasifikasi buku berdasarkan kelompok-kelompoknya. Lewat kata kunci sex bisa dibendung.

 

Endang : apakah masih perlu perpustakaan tradisional, perlu ruang besar dan perawatan mahal. Minat baca supaya meningkat bagaimana?

 

Andi : mhs Indonesia di Amerika membobol bank. Ia mendapat infonya via Google. Bagaimana tanggungjawab moral?

 

Herdiana : yang mengupload bisa siapa saja di Diknas. Tetapi ada approval dari admin. Kenapa yang mengakses tidak banyak dan tidak sesukses Diknas.

 

Pitoyo : perpustakaan fisik masih diperlukan. Misalnya bila mati listrik, daerah terpencil (belum ada akses), dan tidak semua buku bisa didownload/dicetak. Masih harus digabungkan antara tradisional dengan elektronik. Tergantung orang yang memakainya. Perpustakaan Diknas mempunyai terobosan.

 

Hendro : keberhasilan tidak terlepas dari brand Google yang sudah kuat. Teknologi google sangat canggih. Loyalitas pelanggan terbentuk.

Sudriatmoko : misalnya pusat data google ada yang membom, apakah mempengaruhi jaringan secara keseluruhan.

 

Muhammad Andadari : Koleksi sebatas textbook, apakah ada CD pembelajaran atau wallchart.

 

Pitoyo : ada pengaruhnya terhadap jaringan.

 

Rachmaji : ada di amerika tapi kok cepat diakses?

 

Chrismi : bagaimana revenue streams untuk google books?

 

Pitoyo : profit dari kekayaan intangible.

 

 

Rachmaji : sebetulnya bagaimana kok bisa.

 

Andadari : iklannya ditaruh di mana?

 

Pitoyo : iklan berbentuk link

 

Mustaghfirin : banyak komputer sebagai e-book reader. Kita bosan membaca di dalam notebook. Apa trend berikutnya apakah google library ini nanti apakah akan memperbesar kontent ataukah meningkakan kualitas tampilan?

 

 

Kelompok 2:

Open Source – technology Sharing

 

Herdiana (presenter 1)

Mustaghfirin (presenter 2)

Sudriatmoko (presenter 3)

Lusia Setyo (did not present, but was present)

 

Perkembangan lisensi. Apa yang memotivasi programmer? Relevant audience.

 

Open source untuk pencitraan yang baik. Java dikomplementarikan dengan produknya. Memiliki pemikiran yang bergerak sangat cepat.

 

Open source makin berkualitas. Lokalisasi proyek open source. Dapatkah perusahaan memperoleh profit dari open source dengan cara lain.

 

Open source and academic are in parallel.

 

Saryadi : tdk direct profit tetapi indirect. Bagaimana dengan closed source. Selain windows apakah ada yang closed source. Kebalikan open source yang tepat apa? Mengapa orang phobi dengan open source, seolah ia produk yang sulit digunakan.

 

Yudi : mungkinkah microsoft dan linux bekerjasama?

 

Hendro : keuntungan programmer bersifat intangible. Minat calon programmer untuk masuk ke dunia open source mungkin tidak menarik. Karena tenaga programmer banyak sekali. Bagaimana model pengembanga aplikasi open source? Apa yang salah dengan open source sehingga terkesan masih belum banyak dipakai? Apakah karena tidak ada strategi pemasaran yang baik.

 

Andi : apakah ada quality control untuk produk komunitas open source?

 

Pitoyo : kalau dosen mau ujian memilih open book atau closed book. Membedakan open source dengan closed source seperti apa? Dari sisi ekonomi kesimpulannya apa?

 

Mustaghfirin : keuntungan indirect. Pengembang bisa individu bisa company. Reputasi!. Dikembangkan oleh banyak orang mengesankan bahwa software berkembang terus berbeda dengan closed source yang sudah relatif final.

 

Rachmaji : mikrosoft mau membeli Linux tetapi tidak bisa.

 

Herdiana : bebas mendapatkan kode aslinya. Bebas untuk didistribusikan. Ini masalah marketing, yang pertama datang yang akan menang. Bagaimana kita menanamkan esensi pengembangan open source.

Open source justru mudah dilihat bila ada persoalan dan fixingnya cepat.

 

Mustaghfirin : bila Linux dan Microsoft bergabung akan ada perlawanan dari para pengembang. Perush kecil bisa saja mendeclare mau open source tetapi perusahaan besar sebaiknya tidak. Quality control.

 

Career Satisfaction

Suharso (absent)

Yudi Nurman (presenter 1)

Rachmaji Priyono (present but not presented)

Puji Rahayu (present but not presented)

 

Karier dan posisi. Aktivitas dan psikologis. Pendekatan level manajemen. Maslow.

 

Junus : sistem karier di dunia ICT sudah dikelompokkan/diklusterkan. Apakah benar2 penjenjangan disesuiakan dengan salary? Berdassrkan kualifikasinya?

 

Andadari : belum terlihat kompetensi karier. Apakah ini hanya dari aspek menejemen daja?

 

Kurniawan : apakah bisa mencapai level tertinggi ataukah hanya teknis saja?

 

Saryadi : orang IT susah diatur. Adakah kaitan antara yang dipaparkan oleh kelompok 3 dengan pekerjaan yang berkaitan dengan programming, bekerja sendiri dsb.

 

Yudi : ICT belum bisa dikatakan sebagai profesi, hanya keahlian.

 

Puji : tergantung ijazah

 

Herdiana : orang IT yang didirektorat.

 

Hendro : untuk seorang computer expert. Pranata komputer (pegawai negeri) menggunakan cara fungsional.

Yudi : aturan sudah ada jadi sama saja apakah orang It atau bukan.

 

Herdiana : pranata komputer bisa sangat cepat, karena menggunakan fungsional. Orang It tidak dapat seenaknya. Harus ada kebijakan tersendiri, misalnya pengelola server (24 jam).

 

Kurniawan : cepat karena fungsional ( tiap 2 tahun), struktural (setiap 4 tahun). IT bukan seperti seniman, yang membantu top management mengambil keputusan.

 

Sudriatmoko : untuk fungsional tidak otomatis 2 tahun naik, perlu ada karya yang dinilai angka kreditnya. Jadi banyak orang fungsional yang justru pindah ke struktural.

 

Andadari : lulusan UI pemegang sertifikat SAP, bekerja di Shell. Yang ditanyakan bukan ijazahnya tetapi sertifikatnya.

 

Yudi : yang dihargai kompetensinya.

 

Rachmaji : dari hasil survey.

 

Herdiana : yang terjadi ijazah. Jenjang pendidikan kurang menjamin. Ijazah juga tidak diabaikan.

 

Sudriatmoko : jenjang pendidikan formal diutamakan walau sertifikat penting juga.

 

Endang : institusi pemerintah masih mengacu pada jenjang pendidikan formal. Untuk jadi patokan pertama saja, setelah itu tergantung prestasi.

 

Pitoyo : yang dibicarakan berbeda. Persh swasta berbeda dari institusi negeri. Swasta ada istilah kutu loncat.

 

Herdiana : bukannya tidak bisa dipertemukan. Institusi negeri bisa saja mengadopsi seperti swasta.

 

Puji : kalau pendidikan belum cukup maka tidak bisa juga.

 

Sudriatmoko : saya setuju

 

Pitoyo : orang ilmiah berbeda dari orang praktis

 

Junus : ijazah dan sertifikat. Mengapa kalau sudah ijazah perlu sertifikat? Kalau sudah sertifikat mengapa harus ijazah?

 

Yudi : dua-duanya diperlukan. Sertifikat kompetensi.

 

Which e-business is right for your supply chain

Junus (presenter 0/2)

ratna

Saryadi (presenter 1)

Siman (absent)

 

centralised inventory. Scorecard. Update secara online lebih mudah.

 

Hendro: bagaimana menangani hal-hal yang berkiatan dengan pemalsuan dokumen? Atau dengan alamat palsu. Bagaimana ini bisa difilter?

 

Andadari : kelebihan e-business jelas. Apa sajakah kelemahannya? Apa saja yang membuat perusahaan memutuskan untuk menggunakan e-business dan kapan dia kembali lagi ke konvensional?

 

Kurniawan: apakah e-buisness bisa untuk bisnis apa saja, dan mencakup seluruh wilayah dsb? Bagaimana bila daerah blm baik.

 

Happy : kelebihan hanya pada kecepatan proses pemesanan saja ? Bagaimana dengan order fulfilment-nya?

 

Endang : bagaimana bila barang yang dikirim tidak sesuai? Bagaimana e-business menangani komplain pelanggan?

 

Saryadi: ada berbagai cara.

 

Junus : kepuasan pelanggan dapat diukur.

 

Saryadi : penanganan komplain menggunakan e-business (SMS, telpon, dsb)

 

Endang : penanganan bagaimana

 

 

Ultimate Value Creation Using Demand based Management

 

Sondang Natalya (presenter 2)

Crismy Widjajanti (presenter 0)

Andi Amrullah (presenter 1)

Muhammda Soleh (absent)

Marsudi Utomo (absent)

 

Andadari : manfaat DBM diambil oleh perusahaan yang menggunakan DBM. Alat ukurnya apa untuk mengetahui DBM bermanfaat untuk konsumen?

 

Pitoyo : apakah masih diperlukan SCM?

 

Sondang : manfaat untuk konsumen. Pada saat konsumen datang ke toko, ia tidak akan kecewa karena barang tidak ada.

 

Crismy : DBM mempermudah konsumen dengan manajemen rak, dsb.

 

Andi : karena persaingan semakin sengit maka berkembanglah suatu konsep DBM bukan untuk meniadakan SCM

 

Herdiana : marketing mengetahui data konsumen sampai ke level perorangan.

 

Sondang : peningkatan yang lebih rinci dari SCM.

 

Andadari : pada dasarnya demand based tidak bisa mendikte selera pasar. Jadi melihat ke belakang.

 

Endang : apakah harus mensyaratkan semua pelanggan memiliki kartu diskon?

 

Sondang :

 

Herdiana : approach tidak hanya satu, harus banyak cara misalnya kuesioner,dsb. Bagaimana caranya konsumen punya kartu belanja tanpa terpaksa, tanpa harus membebani.

 

Andadari : ada pergeseran dari data yang kita peroleh dari konsumen ayng tidak loyal

 

Andi : misalnya kita terapkan deviasi 5%.

 

Kurniawan : perusahaan kecil apakah perlu menerapkan DBM.

 

Sondang : contoh Walmart. Untuk warung kecil dilakukan juga tetapi tidak memakai software.

 

Herdiana : jadi yang ditekankan adalah konsepnya bukan software.

 

Pitoyo :

 

Realising the Business Value

 

Endang Sadbury (presenter 1/5)

Happy Bahagiati (presenter 3)

Kurniawan (presenter 4)

Muhammad Andadari (presenter 2)

 

Nilai bisnis IT sehingga orang memahami mengapa perlu memanfaatkan IT.

 

Ratna : IT (jaringan komputer) sudah dipakai tetapi dalam pekerjaan tidak pernah memanfaatkan jaringan tersebut. Usaha apa supaya jaringan internet dapat dimanfaatkan secara maksimal?

 

Puji : membuat kasus bisnis itu seperti apa?

 

Junus: Ada 4 fase tetapi bagimana keterkaitannya? Investasi layak atau tidak?

 

Pitoyo : apakah ini sama dengan PDCA (Plan Do Check Act)? Skema ada artinya. Apakah gambar-gambar ada artinya? Apa pendapat kelompok, jangan hanya menyampaikan yang ada di paper?

 

Happy : sistem kerja di kantor sudah baik. Tetapi tergantung manusia, bagaimana mereka menggunakan teknologi untuk memperlancar pekerjaan. Di kantor bahkan ada CCTV untuk memonitor karyawan. Setelah menggunakan IT kita lebih peduli pada bisnis yang kita lakukan. Dengan kita melakukan investasi di bidang IT, bagaimana benefit bisa dirasakan.

 

Kurniawan : bagaimana caranya memanfaatkan fasilitas yang ada? Pertama dilakukan training. Setelah itu mereka diberi tugas yang berkaitan dengan komputer. Selanjutnya tugas-tugas itu dibudayakan.

Proses ini tujuannya untuk mengukur manfaat IT untuk perusahaan.

 

Andadari : belum sempat menggambar diagram.

 

Endang : empat fase sudah menggambarkan tahap dan urut-urutannya untuk memaksimalkan nilai IT

 

Junus: Teknik apa yang dapat dalam waktu singkat menunjukkan manfaat IT. Ataukah asal investasi

 

Herdiana : investasi ada yang berdampak jangka pendek dan jangka panjang.